Penangkapan Maduro dan Serangan AS: Titik Balik Geopolitik Amerika Latin dan Ujian Serius Tata Dunia
Oleh : Karl Sibarani
Dunia internasional dikejutkan oleh langkah ekstrem Amerika Serikat yang melakukan penyerangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro. Peristiwa ini bukan sekadar operasi keamanan, melainkan titik balik geopolitik yang mengguncang Amerika Latin dan menggoyang prinsip-prinsip dasar tatanan dunia internasional.
Apa yang terjadi di Venezuela hari ini akan tercatat sebagai preseden berbahaya: seorang presiden aktif negara berdaulat ditangkap oleh kekuatan asing tanpa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Narasi Resmi AS vs Realitas Politik
Washington menyebut operasi ini sebagai upaya penegakan hukum internasional, perang terhadap narkotika, dan perlindungan keamanan nasional. Namun, di mata banyak negara dan pengamat global, narasi tersebut tidak sepenuhnya berdiri di ruang hampa politik.
Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Sejarah panjang hubungan AS–Amerika Latin menunjukkan bahwa intervensi seringkali dibungkus dengan bahasa moral, tetapi digerakkan oleh kepentingan strategis: energi, pengaruh kawasan, dan rivalitas global dengan Rusia serta China.
Penangkapan Maduro menandai kembalinya pola lama: politik kekuatan (power politics) menggantikan diplomasi multilateral.
Dampak Langsung bagi Venezuela: Negara dalam Ketidakpastian
Bagi Venezuela, penangkapan Maduro menciptakan kekosongan kekuasaan yang berbahaya.
• Krisis legitimasi politik. Pemerintahan pengganti—siapapun yang muncul—akan selalu dibayangi stigma sebagai produk intervensi asing. Ini berisiko memicu perlawanan rakyat, loyalis militer, dan konflik horizontal.
• Potensi instabilitas dan kekerasan. Ketika kepemimpinan nasional runtuh secara paksa, yang sering menyusul bukan demokrasi instan, melainkan fragmentasi kekuasaan.
• Ancaman krisis kemanusiaan baru. Ketidakstabilan berpotensi mendorong gelombang migrasi baru ke Kolombia, Brasil, dan negara-negara Karibia, memperparah beban sosial kawasan.
Alih-alih membuka jalan rekonsiliasi, tindakan ini justru berpotensi memperdalam luka sejarah Venezuela.
Amerika Latin: Luka Lama Bernama Intervensi
Di tingkat regional, peristiwa ini membangkitkan trauma kolektif Amerika Latin.
Sejak era Perang Dingin, kawasan ini berkali-kali menjadi laboratorium intervensi: kudeta, embargo, dan operasi intelijen. Penangkapan Maduro menghidupkan kembali ketakutan lama bahwa kedaulatan negara-negara Amerika Latin masih rapuh di hadapan kekuatan besar.
Akibatnya:
• Terjadi polarisasi tajam antara negara yang mendukung AS dan negara yang mengecam keras.
• Gelombang nasionalisme dan sentimen anti-intervensi menguat, bahkan di negara-negara yang sebelumnya moderat.
• Mekanisme regional seperti OAS diuji kredibilitasnya: apakah mampu melindungi anggotanya, atau hanya menjadi pelengkap geopolitik Washington?
Dunia Internasional: Retaknya Norma Global
Di tingkat global, penangkapan presiden sebuah negara berdaulat tanpa proses internasional yang sah menciptakan preseden yang sangat berbahaya. Jika tindakan ini dianggap “normal”, maka:
• Prinsip kedaulatan negara kehilangan makna.
• Hukum internasional menjadi alat selektif, berlaku keras bagi negara lemah namun lentur bagi negara kuat.
• Negara-negara besar lain bisa menggunakan logika serupa untuk membenarkan tindakan sepihak di wilayah lain.
Reaksi keras dari Rusia, China, dan sejumlah negara Global South menunjukkan bahwa dunia tidak sedang menuju stabilitas, melainkan fase baru rivalitas kekuatan besar.
Kesimpulan: Dunia yang Bergerak Mundur
Penyerangan AS dan penangkapan Presiden Maduro bukan hanya tentang Venezuela. Ini adalah cermin dunia hari ini: ketika hukum internasional dikalahkan oleh kepentingan strategis, dan demokrasi diklaim dengan cara-cara yang tidak demokratis.
Jika stabilitas global ingin dijaga, maka:
• Intervensi sepihak harus dikutuk secara konsisten.
• Penyelesaian krisis politik harus dikembalikan pada mekanisme diplomasi dan dialog internasional.
• Dunia perlu bertanya ulang: apakah kita sedang membangun tatanan global berbasis hukum, atau kembali ke era hukum rimba?
Venezuela hanyalah satu panggung. Tetapi pesan yang dipancarkan peristiwa ini bergema ke seluruh dunia.
- Kata Bang Saik -
Sumber :
https://www.chathamhouse.org/2026/01/us-attacks-venezuela-and-maduro-captured-early-analysis-chatham-house-experts?utm_source=chatgpt.com
https://news.detik.com/internasional/d-8291724/beda-sikap-negara-negara-di-amerika-latin-soal-serangan-as-ke-venezuela?utm_source=chatgpt.com#goog_rewarded
https://time.com/7342925/venezuela-maduro-capture-reaction/?utm_source=chatgpt.com
https://www.reuters.com/business/aerospace-defense/brazil-says-us-crossed-unacceptable-line-over-military-strikes-venezuela-2026-01-03/?utm_source=chatgpt.com





