PROJO Ingatkan Pandji Pragiwaksono Soal Etika Kritik di Panggung Komedi
Jakarta — Organisasi masyarakat PROJO (Pro Jokowi) mengingatkan komedian Pandji Pragiwaksono agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik melalui panggung komedi. Kebebasan berekspresi, meskipun dijamin dalam demokrasi, tetap memiliki batas etika dan tanggung jawab sosial.
Wakil Ketua Umum DPP PROJO, Cahaya Rembulan Sinaga, mengatakan pihaknya mengapresiasi niat Pandji yang ingin menyampaikan kritik demi perbaikan Indonesia melalui pertunjukan Mens Rea. Namun, menurutnya, kritik yang disampaikan di ruang publik tidak boleh melampaui batas kepatutan.
“Secara budaya, masyarakat Indonesia umumnya tidak menghendaki sesuatu yang ekstrem atau berlebihan,” ujar Cahaya Rembulan Sinaga di Jakarta, Sabtu (10/01/2026).
Jakarta — Organisasi masyarakat PROJO (Pro Jokowi) mengingatkan komedian Pandji Pragiwaksono agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik melalui panggung komedi. Kebebasan berekspresi, meskipun dijamin dalam demokrasi, tetap memiliki batas etika dan tanggung jawab sosial.
Wakil Ketua Umum DPP PROJO, Cahaya Rembulan Sinaga, mengatakan pihaknya mengapresiasi niat Pandji yang ingin menyampaikan kritik demi perbaikan Indonesia melalui pertunjukan Mens Rea. Namun, menurutnya, kritik yang disampaikan di ruang publik tidak boleh melampaui batas kepatutan.
“Secara budaya, masyarakat Indonesia umumnya tidak menghendaki sesuatu yang ekstrem atau berlebihan,” ujar Cahaya Rembulan Sinaga di Jakarta, Sabtu (10/01/2026).
PROJO menilai, kesalahan penyebutan Jaksa Agung dalam pertunjukan Mens Rea menjadi bukti bahwa Pandji tetap berpotensi melakukan kekeliruan di atas panggung. Oleh karena itu, ketelitian dan kehati-hatian menjadi penting, mengingat besarnya pengaruh seorang figur publik.
Lebih lanjut, Cahaya menegaskan bahwa Pandji seharusnya tidak menyerang atau melecehkan fisik Gibran Rakabuming Raka yang dijadikan objek candaan. Menurutnya, kritik akan jauh lebih bermakna bila diarahkan pada kebijakan atau kinerja pejabat publik, bukan pada hal-hal personal yang tidak berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.
“Lebih tepat bila yang dibahas adalah kebijakan atau kinerja Wakil Presiden, ketimbang mempersoalkan hal-hal yang tidak berdampak pada nasib rakyat,” tegasnya.
Cahaya juga menyampaikan bahwa PROJO memahami posisi Pandji sebagai seniman yang memiliki pandangan pribadi, komunitas yang ingin dijaga, serta selera pasar yang harus dipenuhi. Namun demikian, cara menyampaikan kritik tetap menjadi hal yang krusial.
“Sajian komedi memang bisa menjadi sarana hiburan, kritik, bahkan kemarahan. Tetapi persoalan sering kali bukan pada substansi, melainkan pada cara menyampaikannya,” ujarnya.
PROJO mengingatkan bahwa ejekan atau candaan terkait fisik seseorang, siapapun itu termasuk pejabat negara tidak dapat dibenarkan. Terlebih lagi, audiens Mens Rea berasal dari kalangan menengah ke atas perkotaan yang seharusnya mendapatkan sajian komedi yang lebih berkelas dan mencerdaskan.
“PROJO sangat berharap Pandji Pragiwaksono terus berkarya dengan muatan-muatan yang lebih mencerdaskan dan menginspirasi masyarakat,” pungkas Cahaya Rembulan Sinaga.
- Redaksi (KBS) -





